Kamis, 05 Oktober 2017

Makalah Ekologi, Asas - Asas pengetahuan lingkungan dan Sumber Daya Alam

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini saya susun, untuk dapat memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan. Saya berharap dengan disusunnya makalah ini dapat membantu masyarakat mengetahui dan memahami pengertian tentang Sumber Daya Alam dan Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan.

Mohon maaf  jika dalam penulisan atau pembuatan makalah ini banyak keslahan,oleh karena itu kritik dan saran yang membangun saya harapkan. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT dan Bapak Andi Asnur Pranata selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing saya, serta pihak yang telah saya jadikan sebagai refrensi dalam pembuatan makalah ini sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun bagi para pembaca.








PENDAHULUAN

Sebagai manusia kita harus mengetahui tentang asas-asas pengetahuan lingkungan. Tujuannya adalah untuk mentaati aturan-aturan yang telah berlaku agar lingkungan yang ada di sekitar kita pada khususnya dan diseluruh lingkungan pada umumnya tidak terjadi kerusakan. Karena sekarang banyak terjadi kerusakan pada lingkungan di dunia yang disebabkan ketidak tahuan manusia terhadap asas-asas tersebut, atau mungkin memang itu adalah ulah manusia yang hanya memikirkan materi dan kepentingannya diri sendiri untuk meraup banyak keuntungan tanpa memikirkan dampak yang terjadi pada lingkungan yang ada di bumi nanti.

Dalam ilmu lingkungan kita mengenal berbagai macam tentang sumber daya alam, baik itu yang dapat diperbarui atau yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam tersebut harus di gunakan dengan sebaik-baiknya. Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Ilmu lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian, sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros, tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya.



PERMASALAHAN

1.       Apakah pengertian ekologi dan ilmu lingkungan secara umum ?
2.     pengertian ekologi dan ilmu lingkungan menurut para ahli ?
3.     Apakah perbedaan antara ekologi dan ilmu lingkungan ?
4.     Apa sajakah yang merupakan asas – asas dari pengetahuan lingkungan ?
5.     Apakah pengertian dari Sumber Daya Alam ?
6.     Apa sajakah sumber daya alam di Indonesia ?
7.       Apa sajakah faktor- faktor yang berkaitan dan mendukung keberadaan sumber daya alam di Bumi ?





PEMBAHASAN

A.   Asas – Asas Pengetahuan Lingkungan.

a)    Pengertian Ekologi Dan Ilmu Lingkungan Secara Umum.

Secara bahasa, ekologi berasal dari bahasa Yunani (Greek) yaitu oikos dan logos yang berarti rumah/habitat dan ilmu. Ernst Haeckel merupakan orang pertama yang menggunakan istilah ekologi. Secara mendasar pengertian ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi makhluk hidup serta makhluk hidup dan  lingkungannya. Ekologi erat kaitannya dengan ekosistem. Oleh karena itu pengertian ekologi dapat diartikan pula sebagai ilmu yang pembelajari tentang ekosistem serta bagian bagiannya.

Ilmu lingkungan (environmental science atauenvirology) adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia danlingkungan hidup secara menyeluruh.

b)    Pengertian Ekologi Dan Ilmu Lingkungan Menurut Para Ahli.

1.     Menurut Miller (1975), Menurut Miller tentang pengertian ekologi yang menggemukakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu mengenai hubungan timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga dengan lingkungannya.

2.     Menurut Otto Soemarwoto, pengertian ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan timbal balik diantara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.


3.     Menurut Andrewartha, ekologi adalah suatu ilmu yang membahas penyebaran dan juga kemelimpahan organism.

4.     Menurut Krebs, ekologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji suatu interaksi yang menentukan adanya penyebaran dan juga kemelimpahan organisme.


5.     Menurut S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF , Lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organism.


c)     Perbedaan Ekologi Dan Ilmu Lingkungan.

Ilmu lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang kedudukan manusia yg pantas dilingkungannya. Sedangkan ekologi adalah ilmu yg mempelajari ttg interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antar makhluk hidup dengan lingkunganya. Perbedaannya terletak pada misi utk mencari pengetahuan menyeluruh ttg alam & dampak perlakuan manusia thdp lingkungannya, guna menimbulkan kesadaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.


d)     Asas – Asas Pengetahuan Lingkungan.

Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan  pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan, maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti, biasa disebut hipotesis, Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya kebenaran yang dapat diterapkan secara umum. Untuk mendapatkan asas baru dengan cara pengujian hipotesis ini disebut cara induksidan kebanyakan dipergunakan dalam bidang-bidang biologi, kimia dan fisika.  Asas baru juga dapat diperoleh dengan carasimulasi komputer dan penggunaan model matematika untuk mendapatkan semacam tiruan keadaan di alam  (mimik). Cara lain juga dapat diperoleh dengan metode perbandingan misalnya dengan membandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Cara-cara untuk mendapatkan asas tersebut dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya.

Berikut ini adalah beberapa asas pengetahuan lingkungan, yaitu:

Ø  Semua energy yang memasuki organism hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energy yang tersimpan atau terlepaskan.
Ø  Tidak ada system pengubahan energy yang benar – benar efisien.
Ø  Materi, energy, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber daya alam.
Ø  Untuk semua kategori sumber daya alam, kalau pengadaanya sudah mencapai optimum, pengaruh unit pengadaanya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum.
Ø  Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu sumber daya alam yang pengadaanya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
Ø  Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya.
Ø  Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah di ramal”.
Ø  Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak, oleh keanekaragaman takson, bergantung pada nicia lingkungan itu dapat memisahkan takson tersebut.
Ø  Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitas.
Ø  Dalam lingkungan sebanding perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai asimtoot.
Ø  System yang sudaah mantap (dewasa) mengekploitasi system yang belum mantap (muda).
Ø  Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
Ø  Lingkungan yang secara fisik mantap (dewasa) memungkinkan terjadinya keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap (dewasa), yang kemudian dapat mengalahkan kemantapan populasi.
Ø  Derajat pola keteraturan naik turunya populasi bergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nantinya akan mempengaruhi populasi itu.




B.  Sumber Daya Alam.

a)    Pengertian Sumber Daya Alam.

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

b)    Sumber Daya Alam di Indonesia.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.

Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.

Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklatkaretkelapa sawitcengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, sepertipetroleumtimahgas alamnikeltembagabauksittimahbatu baraemas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

c)      Sumber Daya Alam dan  Pertumbuhan Ekonomi.

Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. korupsi,perang saudara, lemahnya pemerintah dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah norwegia dan bostwana.

Walaupun suatu negara memiliki Sumber daya alam yang berlimpah, belum tentu hal itu dapat memberikan manfaat besar bagi penduduknya jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi perekonomian sumber daya alam (SDA). SDA merupakan penunjang kelangsungan hidup manusia di bumi ini agar dapat bertahan hidup. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi. Pada gilirannya akan mengurangi tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam bumi karena barang sumber daya itu harus diambil dari tempat persediaan sumber daya alam.

d)    Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati.

Sumber Daya Alam Hayati Adalah Sumber Daya Alam yang berasal dari mahluk hidup, atau berhubungan dengan mahluk hidup. Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui prosesfotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:

·         Bahan makanan: padijagung,gandum,tebu
·         Bahan bangungan: kayu jatikayu mahoni
·         Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
·         Obat: jahedaun binahongkinamahkota dewa
·         Pupuk kompos.

e)      Pertanian dan perkebunan.

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet(bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan bakugula pasir).Hewan, peternakan, dan perikanan

Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, sepertikerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.

Sumber daya alam non hayati adalah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: airanginsinar matahari, dan hasil tambang.


f)      Landasan Kebijaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Pemanfaatan SDA secara berlebihan tanpa memperhatikan aspek pelestariannya dapat meningkatkan tekanan-tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup yang pada akahirnya akan mengancam swasembada atau kecukupan pangan semua penduduk di Indonesia. Oleh karena peran pemerintah dalam memberikan kebjakan tentang peraturan pengelolaan SDA menjadi hal yang penting sebagai langkah menjaga SDA yang berkelanjutan.

Kebijakan yang di buat oleh pemerintah tidak hanya ditetapkan untuk dilaksanakan masyarakat tanpa pengawasan lebih lanjut dari pemerintah. Pemerintah memiliki peran agar kebijakan tersebut diterapkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat. Sesuai dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengakuan politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada daerah:

1)     Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup.
2)     Memerlukan peranan lokal dalam mendesain kebijakan.
3)     Membangun hubungan interdependensi antar daerah
4)     Menetapkan pendekatan kewilayahan.

g)   Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam

Untuk menjamin keberlanjutan fungsi layanan sosial-ekologi alam dan keberlanjutan sumberdaya alam dalam cakupan wilayah yang lebih luas maka pendekatan perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang harus dilakukan dengan mempertimbangkan bentang alam dan kesatuan layanan ekosistem, endemisme dan keterancaman kepunahan flora-fauna, aliran-aliran energi sosial dan kultural, kesamaan sejarah dan konstelasi geo-politik wilayah. Dengan pertimbangan-pertimbangan ini maka pilihan-pilihan atas sistem budidaya, teknologi pemungutan/ekstraksi SDA dan pengolahan hasil harus benar-benar mempertimbangkan keberlanjutan ekologi dari mulai tingkat ekosistem lokal sampai ekosistem regional yang lebih luas. Dengan pendekatan ekosistem yang diperkaya dengan perspektif kultural seperti ini tidak ada lagi “keharusan” untuk menerapkan satu sistem PSDA untuk wilayah yang luas. Hampir bisa dipastikan bahwa setiap ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem pengelolaan SDA yang berbeda dari ekosistem di wilayah lain.

Keberhasilan kombinasi beberapa pendekatan seperti ini membutuhkan partisipasi politik yang tinggi dari masyarakat adat dalam proses penataan ruang dan penentuan kebijakan pengelolaan SDA di wilayah ekosistem. Semakin tinggi partisipasi politik dari pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih akomodatif terhadap kepentingan bersama yang “intangible” yang dinikmati bersama oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem tersebut, seperti jasa hidrologis. Dalam konteks ini maka membangun kapasitas masyarakat adat yang berdaulat (mandiri) harus diimbangi dengan jaringan kesaling-tergantungan (interdependency) dan jaringan saling berhubungan (interkoneksi) antar komunitas dan antar para pihak. Untuk bisa mengelola dinamika politik di antar para pihak yang berbeda kepentingan seperti ini dibutuhkan tatanan organisasi birokrasi dan politik yang partisipatif demokrasi (participatory democracy).

Kondisi seperti ini bisa diciptakan dengan pendekatan informal, misalnya dengan membentuk “Dewan Konsultasi Multi-Pihak tentang Kebijakan Sumber Daya Alam Wilayah/Daerah” atau “Forum Multi-Pihak Penataan Ruang Wilayah/Daerah” yang berada di luar struktur pemerintahan tetapi secara politis dan hukum memiliki posisi cukup kuat untuk melakukan intervensi kebijakan. Untuk wilayah/kabupaten yang populasi masyarakat adatnya cukup banyak, maka wakil masyarakat adat dalam lembaga maka dari itu kita harus menjaga sebaik mungkin ekologi sumber daya alam yang ada di lingkungan kita. Karena sumber daya alam bukanlah hal yang mudah di dapat, apalagi di zaman sekarang. Ekologinya pun makin sulit dijaga dan dipelihara. Sebagai tunas bangsa sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan semua itu. Karena itu akan berguna bagi masa ini dan masa yang akan datang.


h)    Daya Dukung Lingkungan.

Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Penentuan daya dukung lingkungan hidup dilakukan dengan cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya untuk mendukung kegiatan manusia/penduduk yang menggunakan ruang bagi kelangsungan hidup. Besarnya kapasitas tersebut di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan dan karakteristik sumber daya yang ada di hamparan ruang yang bersangkutan. Kapasitas lingkungan hidup dan sumber daya akan menjadi faktor pembatas dalam penentuan pemanfaatan ruang yang sesuai.
Daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity). Dalam pedoman ini, telaahan daya dukung lingkungan hidup terbatas pada kapasitas penyediaan sumber daya alam, terutama berkaitan dengan kemampuan lahan serta ketersediaan dan kebutuhan akan lahan dan air dalam suatu ruang/wilayah. Oleh karena kapasitas sumber daya alam tergantung pada kemampuan, ketersediaan, dan kebutuhan akan lahan dan air, penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam pedoman ini dilakukan berdasarkan 3 (tiga) pendekatan, yaitu:
a)     Kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan ruang.
b)     Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan.
c)     Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air.

i)       Keterbatasan Kemampuan Manusia.

Manusia adalah makhluk yang dilahirkan paling sempurna. Manusia memiliki kemampuan kognitif untuk memproses informasi yang diperoleh dari lingkungan di sekelilingnya melalui indera yang dimilikinya, membuat persepsi terhadap apa-apa yang dilihat atau dirabanya, serta berfikir untuk memutuskan aksi apa yang hendak dilakukan untuk mengatasi keadaan yang dihadapinya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif pada manusia meliputi tingkat intelejensi,kondisi fisik, serta kecepatan sistem pemrosesan informasi pada manusia. Bila kecepatan sistem pemrosesan informasi terganggu, maka akan berpengaruh pada reaksi manusia dalam mengatasi berbagai kondisi yang dihadapi.

Setiap kegiatan manusia di alam ini, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kegiatan manusia yang meningkat dan juga jumlah penduduk yang terus bertambah juga akan memanfaatkan penggunaan sumber daya alam sebagai sumber energi dan hara yang dapat mengganggu sistem energi dan sistem hara dalam lingkungan.




KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

Sebagai manusia kita harus mengetahui tentang asas-asas pengetahuan lingkungan. Tujuannya adalah untuk mentaati aturan-aturan yang telah berlaku agar lingkungan yang ada di sekitar kita pada khususnya dan diseluruh lingkungan pada umumnya tidak terjadi kerusakan. Terutama Sumber Daya Alam yang ada di Negara kita ini yaitu Indonesia. Dan juga sebagai warga negara Indonesia kita harus menjaga kelestarian sumber daya alam kita. Karna negara kita yaitu negara Indonesia merupakan salah satu negara terbesar yang mempunyai sumber daya alam yang  berlimpah. Akan tetapi minimnya pengetahuan dan teknologi

Saran

Sebagai warga masyarakat yang baik kita harus menjaga lingkungan sekitar. Terutama lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Cara termudah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan hal sekecil itu kita bisa menjaga keadaan tempat tinggal kita. Untuk pengolahan sumber daya alam serta pelestariannya kita harus banyak belajar tentang teknologi dan cara pengolahan sumber daya alam kita agar nantinya sumber daya alam di negara kita bisa kita olah sendiri tanpa harus di pergunakan oleh negara lain.
































DAFTAR PUSTAKA
Reksodiprojo, Sukamto, Pradono, 1968, Ekologi Sumber Daya Alam dan Energi, BPFE, Yogyakarta.
Djamalirwa, Zoer’aini. 2003. Prinsif – Prinsif Ekologi dan Organisasi Ekosistem Komunitas dan Lingkungan. Jakarta : Bumi aksara.
Heddy, Suwasono, dkk. 1986. Pengantar Ekologi. Jakarta : Rajawali
Soemarmoto, Otto. 1972. Ekologi, LIngkungan Hidup dan pembangunan. Jakarta : Djambatan.
Suparmoko. M., 1994, Ekologi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, BPFE, Yogyakarta.







SUMBER :




Jumat, 07 Juli 2017

MENGANALISIS BERITA

Menganalisis Berita
Berita : Penyerangan Terhadap Mapolda Sumatra Utara
Sumber : metrotvnews.com
            Dari apa yang saya baca tentang penyerangan terhadap mapolda Sumatra utara disana terjadi banyak kecurigaan, kerusakan, kerusuhan, dan kegelisahan. Penyerangan terhadap mapolda sumut terjadi pada hari minggu 25 juni 2017. Ternyata pelaku sedang menjalani pembinaan polisi dan sangpelaku dibina sejak tahun 2013 karena terindikasi menjadi simpatisan ISIS.
            Dampak dari peristiwa tersebut jenajah korban tidak diterima oleh warga dan keluarganyapun diasingkan oleh warga. Karena masih banyak kecurigaan dan kegelisahan diatara warga. Jenajah korban dikuburkan satu lubang dengan kerabatnya karena penolakan dari warga dan kecurigaan terhadap keluarga pelaku. (di lansir oleh kompas.com)

            Akibat dari kejadian ini keluarga pelaku di asingkan oleh warga mereka mungkin jadi hancur dan kecewa akibat perbuatan pelaku, karena tidak sesuai dengan harapan yang di inginkan. Karena kelemahan iman dari pelaku dia menjadi anggota ISIS dan menjadi penghancur bangsa sendiri. 

Sabtu, 06 Mei 2017

DEFINISI DIRI SENDIRI

Saya adalah seorang laki – laki berbadan gendut, berambut ikal, dan kulit hitam. Saya merupakan seorang yang pendiam, dan saya kunrang menyukai orang yang banyak bertanya (bertanya hal – hal yang tidak penting). Saya juga tidak menyukai keberisikan, karena pada saat berisik saya tidak bisa konsentrasi bahkan pada hal kecil sekalipun. Saya sangat menyukai pelajaran yang ada hitungannya. Saya suka jail sama teman. Saya kurang menyukai olahraga. Saya suka menonton film dan saya sangat susah percaya pada orang lain.  

Cita – cita yang sudah tercapai :
-          Lulus dari SD.
-          Lulus dari SMP.
-          Lulus dari SMA.
-          Mengikuti olimpide sains.
-          Bisa kuliah.
Cita – cita yang belum tercapai :
-          Lulus S1.
-           Lanjut ke S2.
-          Lanjut ke S3.
-          Menikah.
-          Menjadi pengusaha.
-          Bisa menciptakan alat.
-          Menjadi petani dan peternak yang besar.
-          Manajer.

-          Karyawan.

Jumat, 14 April 2017

MEMANUSIAKAN MANUSIA

MEMANUSIAKAN MANUSIA
Sebuah pernyataanyang lajim dan sering kita dengarkan bahwa tujuan sejati pendidikan adalah memanusiakan manusia. Ungkapan ini seakan terus diperbincangkan dan disetujui untuk dilaksanakan dalam praktek kehidupan sebagai penggiat dan pelaksanaan pendidikan.
Pada hakikatnya seorang pendidik adalah seorang fasilitator. Fasilitator baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik, maupun belajar mandiri dan juga mampu menjadikan proses pembelajaran sebagai kegiatan eksplorasi diri. Emily Calhoun pada Bruce Joyce, mengatakan: “Mengajar yang sesungguhnya adalah mengajarkan siswa bagaimana belajar” atau “Sekolahan merupakan tempat untuk belajar bagaimana caranya belajar”.
A.   Manusia dengan cinta kasih.

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut kamus besar bahasa Indonesia karanggan W.J.S Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan saying atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur keterikatan, keintiman, dan kemesraan (Cinta ideal/Segitiga cinta) disertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.

B.   Manusia dengan keindahan.

Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, melok, dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat, atau daerah trtentu, bersifat menyeluruh.
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahakan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara, maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah – mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan teknologi, social, dan budaya.

C.    Manusia dengan penderitaan.

Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat dirasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat – tingkat, ada yang berat dan ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan.
 Mahuk bernyawa memiliki sifat ingin terpenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu dipahami bahwa mahluk hidup selalu membutuhkan pembaruan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuhkan air dan udara. Manusia juga membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apabila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan.
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Munculnya penyakit jasmani juga kadang muncul penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan didunia agar kembali pada jalan TUHAN dan menyadari kesalahanya. Namun, bila manusia tidak menyadari maka semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada penderitaan di akhirat.

D.   Manusia dengan keadilan.

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda ataupun mahluk hidup. Menurut kamus besar bahasa Indonesia susunan W.J.S Poerwadaminta, kata adil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang – wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang simbang antara hak dan kewajiban. Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia, kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstremyang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

SUMBER:       https://www.academia.edu
                        https://ibd99.blogspot.ac.id
                        https://blog.uin-malang.ac.id
                        https://hasuna13.blogspot.com




1.      Manusia dengan cinta kasih.
MENUNGGU
Bukanya aku luap
Hanya saja aku lelah
Bukanya aku tak bersyukur
Hanya saja aku ingin memilikimu
Hidup itu kerja dan cinta
Batinku menanti
Menantikan dirimu
Meski ….
Masih kau suguhkan
Teka – teki tak pasti
Yang memaksa menuntunku
Berbalik arah melawan batinkU

2.      Manusia dengan keindahan.
ALAM NEGERI INI
                                    Ku pejamkan mataku
                                    Ku rentangkan tanganku
                                    Sejuk, tenang, senang kurasakan
                                    Kicauan burung yang merdu
                                    Menandakan adanya hari baru
                                    Saat aku membuka mataku
                                    Ku tak percaya bahwa ini nyata
                                    Aku berpikir, bahwa aku bermimpi
                                    Tapi aku sadar bahwa keidahan ini
                                    Benar – benar ada di depanku
                                    Wahai pencipta alam
                                    Kekagumanku sulit ku pendam
                                    Dari siang hingga malam
                                    Pesonanya tak pernah padam

3.      Manusia dengan penderitaan.
DERITA KEHIDUPAN
                                    Hari – hari ku lalaui….
                                    Penuh dengan bara dan duri
                                    Membakar asa,
                                    Menghentikan langkah kaki
                                    Namun ku terus berjalan
                                    Mencari secercah harapan
                                    Air mata takan berguna
                                    Seakan tak peduli
                                    Semuanya hanya duka dan derita
                                    Aku ingin terbang ke angkasa
                                    Melepas derita yang kian menikam
                                    Mungkin ini sudah takdir
                                    Aku hidup dengan derita
                                    Menuggu malam membawaku

4.      Manusia dengan keadilan.
HILANGNYA KEADILAN
                                                Dalam hati aku menangis..
                                                Meratapi kenyataan yang melanda
                                                Keadilan hanya hiasan belaka
                                                Berpedoman pada aturan – aturan
                                                Namun nyatanya disalah gunakan
                                                Semua tunduk menerima kenyataan
                                                Tak ada satupun yang berani melawan
                                                Dalam heningnya malam aku bertanya
                                                Inikah yang namanya keadilan ?
                                                Dimanakah keadilan kini berada ?
                                                Kepada siapa keadilan berpihak ?
                                                Hanya tuhanlah yang tahu

Senin, 13 Maret 2017

ILMU BUDAYA DASAR

ILMU BUDAYA DASAR


LATAR BELAKANG ILMU BUDAYA DASAR 

Latar belakang dalam mempelajari ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia. Karena beberapa aspek kita harus mempelajari IBD agar tidak ada budaya yang hilang. Seperti yang kita ketahui di Indonesia terjadi beberapa masalah dan mempengaruhi budaya Indonesia. Seperti  yang kita ketahui bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari kesukuan dan kedaerahannya. Dalam proses pembangunan dan persatuan Negara ada dampak positif dan negative. Misalnya  terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan. Akibat kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
TUJUAN MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR
1)      Agar mahasiswa lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah tersebut.
2)      Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati terhadap nilai-nilai lain yang hidup pada masyarakat.
3)      Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan daya kebudayaan.
4)      Mendukung dan mengembangkan kebudayaan dengan sendiri dengan kreatif
5)      Tidak terjerumus kepada sifat kedaerahan dan pengkotakan displin ilmu
6)      Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun
7)      Agar tujuan Negara tercapai yaitu persatuan.
8)      Agar sadar untuk melestarikan budaya – budaya supaya tidak punah.

 Hubungan manusia dan kebudayaan


 Tuntutan kodrat pribadi manusia sendiri mencapai kemanusiaan yang penuh dan sejati melalui kebudayaan, sebab tanpa kebudayaan ia mahluk yang tak berdaya jadi korban dari keadaannya yang tidak lengkap dengan dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu.
Manusia menciptakan kebudayaan sebaliknya juga manusia diciptakan oleh kebudayaan. Mahluk yang lahir di dunia ini belum dikatakan manusia, melainkan harus dijadikan manusia. Manusia menjadi manusia oleh karena kebudayaan yaitu system pendidikan, bahasa tata sopan santun, adapt istiadat, agama dan lain-lain.

Hubungan Manusia dan Sastra


    Sastra dalam keutuhan bentuknya menyentuh seluruh kehidupan manusia. Karya sastra dalam bentuknya memuat berbagai aspek dimensi kehidupan manusia. Ia tidak hanya mencakup satu unsur peradaban dan kebudayaan, tetapi seluruh unsur yang menyertai peran manusia di dunia sebagai pelaku dalam peradaban tersebut.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan Ilmu Budaya Dasar, karena materi-materi yang diulas oleh Ilmu Budaya Dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni. 

Selain itu hubungan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusastraan adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. Sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. Bayangkan jika manusia hidup tanpa seni, hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi. Maka akan mengganggu kejiwaan atau psikologis manusia.




Sumber : https://bangbiw.com
                 https://books.google.com
                   https://slideshare.net